RSS

Jiwa-jiwa 2

KELAHIRAN

Tiga puluh anak manusia yang terlahir tak biasa mendatangi bumi, iblis-iblis itu berhasil mengelabuhi malaikat penjaga rahim. Orang tua anak-anak itu tersenyum bahagia terpancar kebahagiaan yang tidak terduga, matahari terus menampakkan diri di ufuk timur, udara pagi itu menyapu wajah yang kelelahan dan tegang, ibu anak-anak itu terharu dan menangis bahagia, tapi tak semua ibu merasakan kebahagiaan itu, satu orang ibu harus rela menggadaikan surat kehidupannya kepada malaikat penjembut roh. “kamu cantik anakku, secantik ibumu” ayah gadis kecil itu memberi pujian yang menyakitkan hati, teringat masa-masa saat pria itu bersama istrinya membanggakan anaknya yang masih dalam kandungan, kegiatan-kegiatan rutin yang dia lakukan bersama istrinya, memupuk keyakinan dan semangat istrinya yang kini berbuah manis namun sedikit pahit saat dia sadar istrinya ikut pergi bersama tetesan keringatnya yang mulai mengering.

Tujuh tahun kejadian itu berlalu, gadis kecil itu kini tumbuh menjadi anak yang cantik “ayah jangan pergi! Lisa takut sendirian!” anak kecil berumur tujuh tahunan itu terus bergantung dibawah kaki ayahnya yang akan meninggalkannya selama sebulan untuk suatu perdagangan besar, saat itu desa dilanda kesusahan memperolah bahan-bahan pokok dan beberapa keperluan lain, kebanyakan orang tua memilih menjadi buruh dagang atau pun pedagang kecil untuk pergi keluar kampung mencari bahan pokok, saat semua orang tua pergi berdagang anak-anak akan dititipkan ke tetangga terdekat untuk dijaga atau dititipkan kebalai kota. Lisa tidak mau ditinggalkan ayahnya, dia takutdiejek lagi oleh teman-temannya, Lisa memang anak yang manja dan tidak pandai bergaul, dia lebih memilih masuk hutan dan kembali ke kampung pada sore hari, pernah suatu hari ayahnya dan seluruh warga kampung mencarinya hingga sore datang, warga takut Lisa diterkam hewan buas dihutan atau tersesat dihutan, saat semua telah kehilangan kepercayaan untuk mencari Lisa keluar dari balik pohon-pohon besar dan tersenyum, dengan polos dia berlarian dan memeluk ayahnya sambil berkata “ayah tadi aku bermain sama teman-temanku dihutan, mereka semua baik kepadaku”, semua warga kampung terkejut bahkan ayahnya sendiri mendengar pengakuan Lisa itu, semenjak terjadi pembunuhan berantai dihutan tidak ada seorang pun yang berani mendekati hutan dikampung itu, mereka menganggap seluruh roh orang yang dibantai itu tidak tenang karena masih terperangkap didalam hutan itu, bahkan hingga sekarang pun warga kampung sering mendengar suara-suara aneh yang sering terdengar saat sore datang dan tengah malam dari hutan itu. Semenjak kejadian itu, banyak warga kampung yang menganggap Lisa anak yang aneh, mereka tidak mengizinkan anak-anak mereka untuk berteman bahkan mendekati Lisa.

“ayah harus pergi Lisa, kalo ayah tidak pergi Lisa nanti mau makan apa?{‘ ayah Lisa menggendong Lisa dipundaknya, sambil tersenyum ayah Lisa berkata “paman hanya pergi satu bulan tidak lama sayang, kalo ayah pulang nanti akan ayah bawakan bunga-bunga yang cantik buat Lisa” Lisa sedikit tersenyum mendengar bahwa ayahnya akan membawakan dia bunga, Lisa memang anak yang sangat mencintai tumbuhan bahkan taman belakang rumahnya penuh denga tanaman hias dan beberapa tanaman obat, namun sering kali saat bunga-bunga miliknya bermekaran Lisa memetik beberapa tangkai lalu membawanya kehutan, walau dia sudah diperingatkan ayahnya untuk tidak masuk ke hutan tapi selalu hal itu tidak ditanggapi Lisa, sering kali dia mengendap-ngendap pergi kedalam hutan tanpa disadari ayahnya. “kamu akan ayah titipkan dirumah bibi Nami, dia akan merawatmu satu bulan kedepan jadi ayah tidak akan menitipkan anak manis ayah di balai kota lagi” pria kurus dengan kacamata berbingkai itu mencoba meyakinkan anaknya agar mau ditinggal pergi. “tapi ayah harus janji membelikan Lisa bibit bunga yang banyak ya” Lisa tersenyum bahagia, “Lisa mau bibit bunga apa?” ayah bertanya kepada Lisa yang asyik dengan permainannya sendiri, “hem… bagaiman kalau bibit anyelir? bunga anyelir Lisa sudah banyak yang mati jadi Lisa mau bibit-bibit yang baru saja” dengan ekspresi yang sedikit cemberut karena kesal salah satu bunga kesayangannya mati. Lisa turun dari pundak ayahnya dan berlarian kecil saat mereka tiba di depan pintu rumah bibi Nami, “bibi… Lisa dan ayah datang! bibi Nami kata ayah Lisa dititipkan disini dulu…” karena pintu rumah bibi Nami yang tidak tertutup Lisa masuk kerumah, Lisa mencari keadaan bibi Nami dan Lisa tidak sabar menyampaikan bahwa ayahnya akan pulang kembali dengan bibit tanaman yang banyak, “ARGH……!” Lisa berteriak kaget saat dia melihat bib Nami yang tergulai lemas di lantai dapur, terlihat luka cabikan cakar dan taring yang besar serta darah yang membasahi pakaian bibi Nami, Lisa terkejut dan berteriak sekali lagi, dia belum pernah melihat kejadian seperti itu. Ayah dan warga kampung langsung berlarian saat mendengar teriakan Lisa dari dalam rumah bibi Nami itu, ayah Lisa terkejut melihat kejadian yang tidak terduga itu di lihatnya Lisa yang terduduk lemas dan ketakutan disudut dapur dan bibi Nami yang terkapar tak berdaya.

Iklan
 

2 responses to “Jiwa-jiwa 2

  1. kepo

    12 Agustus 2012 at 21.23

    wah ceritanya keren nih, ditunggu ya untuk cerita selanjutnya 😉

     
  2. doni

    12 Agustus 2012 at 21.25

    ceritanya lumayan juga…. ditunggu cerita selanjutnya ya 🙂

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: